Alkisah seorang perempuan,
Yang terlanjur jatuh hati di peraduan
Dirinya yang bengkok dilemaskan,
Egonya yang besar diredamkan,
Harusnya lelaki itu tak pernah gundah
Pada tiap - tiap hati jantan yang mendekat.
Harusnya lelaki itu ada, karna ia selalu dirindukan.
Tubuh yang lemah dengan hati yang kuat,
Soal setia bukan lagi persoalan
Namun sayangnya sang lelaki telah berpulang dari peradaban
Untuk selama lamanya.
Hati perempuan itu hancur tak terkira, tapi hidup memaksanya tegar
Mengumbar senyuman hambar dengan sedikit tawa
Yah, begitulah kisahnya
Bahagia yang diakhirkan sejenak sembari memupuk rindu dan harap temu di kehidupan kedua.
Friday, September 8, 2017
Seorang perempuan dikehidupan kedua
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada cerita masa itu, yang kini membuatku membisu Aku tak lagi membicarakanmu pada semestaku Aku ingin tuli tentang segala kisah barumu S...
-
Telah habis kata - kata untuk sekedar berkata "Kecewa" Telah habis rasa - rasa untuk mengutarakan segala "Asa" yang...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
No comments:
Post a Comment