Monday, September 25, 2017
Hujan pagi
Bersenandung rindu yang berbalut ragu dalam selimut pilu,
Pagi hari yang mendung dengan asa yang menantimu, ribut membahas apakah nanti akan berakhir temu.
Sejujurnya setiap hari tak terlewatkan dengan hasrat ingin bertanya kabar,
Tapi rasa itu baiknya kupendam sendirian
Sebab keberanian tak sebesar keinginan terencana
Jangankan untuk bertanya kabar, untuk sekedar menyapa pun aku tak bisa
Maaf, jika aku terus mengenang, tiap - tiap waktu kita pernah bersua
Mungkin sudah terlalu lama hingga kabarku tak lagi kau ingat
Tapi segalanya masih sangat melekat, dan mungkin bayangmu tak kan sirna
Aku ingin sekali katakan rindu, namun aku sungguh malu
Terdapat begitu banyak beda antara kau dan aku
Kita tak lagi seperti dulu itu,
Ku akui itu
Aku hanya mampu mengintai lewat berbagai sosial mediamu
Atau mencuri pandang lewat jauh walau hanya melihat segaris matamu
Tapi itu semua hanya kadang jika waktu berbaik hati padaku
Aku tau, diri ini bukanlah tambatan hatimu
Bukan pula sosok yang ingin kau curi sebagai teman hidupmu
Biarlah setiap doaku menghiasi derasnya hujan pagi yang konon menyimpan banyak malaikat yang mendengarkan kisah ini.
Kudoakan agar aku kuat menunggumu diakhir penantian
Meski saat ini aku hanya berdoa sendirian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
-
Kamu, Adalah kaca jendela, Sedang aku, hanya embun pagi yang kau lenyapkan Sebab aku hanyalah penyebab dikaburnya pandangan Aku meleka...
-
Berhentilah mendekat, jika masa depan belum juga terlihat Sebelum luka melekat, pada tiap - tiap harap belaka Melepaskan adalah jalan terc...

No comments:
Post a Comment