Wednesday, October 25, 2017

Aku Gapapa kok :')


Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam,
Tersenyum dengan hati yang begitu keram,
Darahnya mendidih, meremas urat nadi menarik bibir untuk mekar
Tulangnya rapuh ditempa riuhnya ujian,
Ia memilih untuk mengungkapkan semua lewat bait - bait puisi
Yang ditemani guyuran air mata disaat sepi
Mungkin ia tak ingin bicara, mengungkapkan dengan banyak kata
Tapi lewat alunan suara yang merinitih ditenangnya malam,

Katanya,
Tak mengapa ia tak rupawan,  
Tak mengapa ia tak menawan,
Tak mengapa ia bukan bangsawan,
Hanya manusia biasa diakhir zaman,
Yang selalu dikomentar dan banyak cacian,

Aku hanya mahluk kecil yang bernyawa, bukan apa - apa, bukan siapa - siapa
Kalian semua luar biasa, sedang aku hanya ingin istiqomah.

Terserah saja, jika aku tak sanggup maka ini tak akan menimpa! 
Aku percaya.

No comments:

Post a Comment

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...