Bagai panah yang tepat sasaran, kutuang semua gundah pada tiap tiap malam.
Hanya seorang pendosa yang memelas, bercucur pinta, sendu, dan air mata.
Tak ada nama yang ku ucap,
Tak ada paksa yang ku tata,
Tuhan tak pernah tanya semua,
Aku yang kecil dan lemah
Hanya meminta belas kasihan pada Nya
Sesekali kusebut duka didada, yang mungkin kau salah satu penyebabnya.
Tapi aku berbicara baik - baik saja,
Kuharap tak ada balasan yang sama perihnya ketika aku berada diposisimu sekarang.
Sunday, August 20, 2017
Panah yang tepat sasaran
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
-
Kamu, Adalah kaca jendela, Sedang aku, hanya embun pagi yang kau lenyapkan Sebab aku hanyalah penyebab dikaburnya pandangan Aku meleka...
-
Berhentilah mendekat, jika masa depan belum juga terlihat Sebelum luka melekat, pada tiap - tiap harap belaka Melepaskan adalah jalan terc...
No comments:
Post a Comment