Sunday, August 20, 2017

Panah yang tepat sasaran

Bagai panah yang tepat sasaran, kutuang semua gundah pada tiap tiap malam.
Hanya seorang pendosa yang memelas, bercucur pinta, sendu, dan air mata.
Tak ada nama yang ku ucap,
Tak ada paksa yang ku tata,
Tuhan tak pernah tanya semua,
Aku yang kecil dan lemah
Hanya meminta belas kasihan pada Nya
Sesekali kusebut duka didada, yang mungkin kau salah satu penyebabnya.
Tapi aku berbicara baik - baik saja,
Kuharap tak ada balasan yang sama perihnya ketika aku berada diposisimu sekarang.

No comments:

Post a Comment

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...