Thursday, June 29, 2017

25 Juni 2017

Hari itu, rasanya begitu syahdu
Ketika kulihat senyummu merona walau hanya semenit itu.
Terlebih lagi saat bertukar kontak dengan segala modus, Saat itu ada prasangka buruk namun hati mencambuk malu.
6 bulan berlalu dengan segala ragu dan lagi - lagi hati mengguncang bahwa ini ujung dari penantian berharga soal waktu
Sudah setengah tahun berlalu, sudah mendapat restu ortu, dan sudah menjalin keyakinan semu.
Dan ternyata semua itu PALSU.
Sudahlah, tak mengapa ini ceritaku beberapa waktu yang lalu sebelum hijrahku :)
Berusaha mencari - cari tau tentang segala salah dan kurangku, pun tak ada yang berujung. Hingga idul fitri menjawab segala gundah dihati, aku bahagia bercampur haru saat aku tau jawaban tuhan tentang ucapan pamit dari matamu dan selembar undangan bisu hari bahagia itu.
Ini doa dari hati yang telah dingin dan sejuk, untuk kata maaf dan pamitmu yang baru kumengrti sekian waktu, semoga segala kebahagiaan menghampiri dan kemudahan selalu mendampingimu. Semoga ia yang kau pilih adalah makmum yang melengkapi langkah hingga ke surga nanti.
Terima kasih sebanyak - banyaknya dari lubuk hati yang takut menyapa ini, karnamu aku belajar sekali lagi, mungkin berpasrah diri pada ia yang disiapkan Tuhan nanti adalah yang terbaik, merelakan, dan kembali perbaiki diri adalah kisah teromantis dari Nya untuk ku saat ini.
:)

No comments:

Post a Comment

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...