Terima kasih pada waktu,
Yang telah senantiasa membuka mata dan menjawab seribu tanya dikalbu
Terima kasih pada jarak,
Yang telah menjajak sesak didada hingga rindu terisak saat berjumpa
Terima kasih pada cerita,
Yang setiap waktu mengubah jarak menjadi ingatan yang begitu berharga
Dan untukmu, terima kasih yang teramat dalam,
Yang mengajariku tentang banyak hal
Tentang rupa yang tak selalu menawan
Tentang sabar dalam penantian
Tentang diam yang tak ingin memaksa
Tentang ketulusan yang tak harap dibalas
Tentang semua hal yang ajariku caranya membuat perjalanan semakin bermakna
Bolehlah kukatakan tentang sebuah kejujuran...
Sekian lamanya aku menutup muka, sekian lamanya aku membungkam lisan
Bukan karna aku sengaja, itulah caraku untuk menanti jawaban.
Sengaja kulepas walau aku ingin mengerat
Sengaja tak bicara karna ingin mendengar
Sengaja kubiarkan segala berjalan tentang kehendaknya
Bukan, bukan karna aku tak ingin...
Melainkan aku tau bahwa aku harus hati - hati
Pada setiap misteri yang mungkin membuatku tak berdaya lagi.
Sunday, September 18, 2016
Terima Kasih :)
Monday, August 29, 2016
Untuk Keluh dikala sibuk Kuliah Atau Kerja mu
Waktu bekerja yang banyak menyita tenaga dan pikirian akan
berkombinasi dengan waktu kuliah yang harus fokus dan konsentrasi guna menyerap
berbagai materi yang disampaikan, dosen yang kurang indah dipandang, atasan
yang menuntut pekerjaan, dan berbagai rintanga, godaan serta tekanan dari
berbagai pihak terkadang dan bahkan akan sering menguji otak dan batin.
Hal wajar
yang terjadi pada setiap orang yang memiliki segudang aktivitas fisik dan otak,
yang menjadi konflik pada hati. Yap, saat tubuh lelah dengan rutinitas dan
harus dikerjar oleh waktu yang tergesah – gesah setiap jam pun seperti sudah
terjadwal, tak ada senggang untuk sekedar menikmati indahnya alam ataupun
berkeumpul dengan orang – orang tercinta. Focus bekerja, konsentrasi
belajar dan masih harus berjuang
diantara perjalan sukup menguras tenaga, pikiran dan perasaan lelah didada.Tuesday, August 23, 2016
Hanya ini tulisannya
Friday, August 12, 2016
Surat Biru
Kutulis sebuah surat
Bersampul biru dikertas lipat,
Tertanda untuk dikau yang berdiri dihadap ku kelak
Aku wanita akhir zaman,
Yang belum bisa istiqomah
Butuh banyak nasihat dan tuntunan
Dan jauh dari kata sholeha,
Banyak dosa yang tertanggung waliku
Yang mungkin akan berganti limpah padamu
Terbata sering mengucap syukur,
Namun aku tak pernah lupa tersenyum
Jangankan idaman, mungkin pantas pun tidak
Berhias pun jarang, hijab pun kadang tak benar
Tapi aku sudah merasa jatuh terluka luka
Bantumu tak sampai pun aku tak mengapa
Namun sesekali aku minta,
Bahumu, sebagai sandaran didalam lelah
Tak lama kuminta, hanya sesaat
Sampai peluhku hilang sementara,
Lalu kurelakan dikau pergi lagi
Sampai waktu nanti, kau ingat surat ini
Sebagai saksi perjalanan mengukir
Sebuah cerita illahi
Wednesday, June 15, 2016
Hujan Dikala Senja
Senja , merah merona seperti pipinya
Waktu yang paling kunanti untuk istirahat
sejenak dari lelah, sementara beberapa saat menunggu kumandang nan syahdu
bersuara
Senja, sayup hening terang menggelap
Saat yang kadang mengiris hati entah
mengapa mengungkap kenangan
Senja, yah senja
Kala itu senja indahku, agak menggelap
merahku jadi menghitam
Mengapa, awan mendung tutupi pandangan
Aku tak rela, hujan basahi kepala
Aku benci saat hujan disenja
Mengapa, hujan hapus indahnya?
Mengapa hujan tega hentikan pandangku
tatapnya?
Tidak, sahutnya
Hujan tidaklah bersalah,
Hanya senja yang hanyutkan rasa hingga lupa
kenangan
Sampai tak rela melepasnya,
Namun hujan, hujan turun dari bulir air
lalu yang terkumpul penuh menjadi awan
Tak dapat dihentikan, saat hujan itu runtuh
tak kuasa menahan beban
Tak dapat disalahkan ketika senja merona
menjadi hitam karna hujan
Biarlah, relakan senjamu sejenak menghilang
menjadi hujan
Karna senja akan datang kembali keseokan
harinya
Namun hujan, ingatkanmu akan ikhlas
Melepas sesaat kering keronta ditengah
senja

senja pergi sejenak karna hujan, namun ia selalu hadir keesokan hari saat hujan pergi

Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
-
Kamu, Adalah kaca jendela, Sedang aku, hanya embun pagi yang kau lenyapkan Sebab aku hanyalah penyebab dikaburnya pandangan Aku meleka...
-
Berhentilah mendekat, jika masa depan belum juga terlihat Sebelum luka melekat, pada tiap - tiap harap belaka Melepaskan adalah jalan terc...

