RASANYA SETEGAH
MATI, TAPI SEMANGAT TAK KUNJUNG BERHENTI !
BEBAN BERAT YANG DIYAKINI BERAKHIR NIKMAT.
Menjadi
seorang pejuang penuntut ilmu sembari bekerja dilakoni dalam satu waktu,
Hal – hal yang pernah / bahkan sering dirasakan oleh mereka
yang memiliki status Mahasiswa (i) sekaligus Karyawan (i).
Masa kini, bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang aneh dan
terlihat wajar dikalangan masyarat, terlebih lagi banyak universitas dan
beragam perguruan tinggi yang menfasilitasi para mahasiwanya untuk kuliah
setelah bekerja, baik kelas sore, malam, maupun weekend. Hal ini diambil bukan
tanpa alasan melainkan berbagai pertimbangan yang tentunya punya segudang
resiko. Tak semua orang dengan gamblang mampu mengambil keputusan untuk
melakoni lebih dari satu rutinitas setiap harinya seperti ini, ada yang
menunggu untuk beberapa waktu bekerja lalu akhirnya kuliah, ada pula yang masuk
kuliah sembari masih mencari pekerjaan, namun ada pula yang langsung melalap
kedua rutinitas tersebut dalam waktu bersamaa.
Bagi siapapun yang telah ataupun sedang menjalaninya, pasti pernah atau
mungkin sedang merasakan hal – hal ini :
KETIDAKNYAMANAAN
Waktu bekerja yang banyak menyita tenaga dan pikirian akan
berkombinasi dengan waktu kuliah yang harus fokus dan konsentrasi guna menyerap
berbagai materi yang disampaikan, dosen yang kurang indah dipandang, atasan
yang menuntut pekerjaan, dan berbagai rintanga, godaan serta tekanan dari
berbagai pihak terkadang dan bahkan akan sering menguji otak dan batin.
Kalau normalnya seorang mahasiswa(i) akan merasa resah saat
kuis / ujian saja, maka bagi seorang pekerja sekaligus mahasiwa(i) akan merasa
resah hampir disetiap harinya, pekerjaan yang punya deadline, tugas kuliah yang
segera dikumpul, jadwal presentasi, interaksi klien / kolega dijam kuliah, dan
banyak lagi. Hal inilah yang kadang menimbulkan rasa tidak nyaman dan
menurunkan semangat, kadang orang – orang super ini hanya bisa berandai jika
saja dapat liburan dan tidur seharian.
Ditambah
lagi dengan keadaan yang cukup tiba – tiba rasanya seperti yang awalnya hanya
merasakan bekerja / kuliah saja, ketika melakoni KULIAH DAN KERJA udah pasti
akan menimbulkan galau gak ketulungan.
# Tips
Saat ketidaknyamanan mulai bersemayam dibenak, segeralah
mencari kesegaran bercanda gurau, atau mengingat seseorang yang tercinta kadang
menimbulkan ketenangan, tarik nafas dalam – dalam diudara segar dan selalu
tersenyum merupakan langkah pertama membuang kepenatan.
PUNYA IMPIAN, JIKA SEHARI LEBIH DARI 24 JAM
Sangat sulit membagi waktu, merupakan masalah yang selalu
melanda bak ombak ditepi pantai. Semakin banyak rutinitas maka akan semakin
banyak waktu tersita, sederet jadwal yang ada sudah pasti akan membagi tiap –
tiap detik waktu yang kau punya. Merelakan waktu istirahat, dan menggadaikan
waktu senggang demi memenuhi segala kewajiban. Sudah pasti hal ini mencuri iri
pada mereka yang lain, dimana saat tetamn – teman selepas kuliah bisa
nongkrong, jalan, dan istirahat atau melakukan aktivitas lain, dan kita hanya
bisa menghela napas perlahan sembari merilekskan tubuh sejenak. Bukan karna tak
bisa ikut nongkrong bersama teman – teman, namun disana masih ada gunung tugas
entah itu pekerjaan atau tugas kuliah yang mesti diselesaikan. Selain itu para
pekerja lainnya dapat mengambil cuti liburan dan menghabiskan waktu membuang
penat, tapi hal ini tak berlaku bagi pekerja yang sambil kuliah. Kadang atau
bahkan sering berfikir andai waktu dalam sehari lebih dari 24 jam, pasti semua
bisa kuselesaikan segera, dan istirahat secukupnya. Terlebih lagi jika tiba – tiba sampai rumah
udah malem aja, hhmm.. rasanya udah mikir kalau beberapa jam lagi sudah pagi
dan besok begini lagi L
# Tips
Rasa iri sering membanjiri hati, tak perlu khawatir karna
semua waktu yang digunakan adalah perjuangan yang berbuah manis, begitu banyak
manfaat dan mengurangi hal – hal kurang baik yang mungkin dilakukan oleh mereka
yang punya banyak waktu senggang diluar sana. Terus bersyukur atas segala nikmat karna setiap waktu yang dihabiskan
untuk mencari ilmu dan nafkah adalah HAL MULIA.
KELELAHAN :(
Hal wajar
yang terjadi pada setiap orang yang memiliki segudang aktivitas fisik dan otak,
yang menjadi konflik pada hati. Yap, saat tubuh lelah dengan rutinitas dan
harus dikerjar oleh waktu yang tergesah – gesah setiap jam pun seperti sudah
terjadwal, tak ada senggang untuk sekedar menikmati indahnya alam ataupun
berkeumpul dengan orang – orang tercinta. Focus bekerja, konsentrasi
belajar dan masih harus berjuang
diantara perjalan sukup menguras tenaga, pikiran dan perasaan lelah didada.
Belum lagi
soal tugas kuliah yang mesti digarap waktu liburan, atau mungkin waktu libur
yang diguakan untuk lemburan.
# Tips
Tak ada
obat yang pasti ampuh untuk mengatasi persoalan yang satu ini, namun yang pasti
jangan gadaikan waktu istirahat dengan apapun yang membuatmu semakin lelah,
jika lelah hanya dirasa tubuh itu tandanya hanya butuh istirahat, namun jika
lelah hidup sudah muncul dalam benak, mesti waspada dan segaralah temui orang –
orang kesayangan sebagai penawar bahagia, ingat kesehatan adalah hal utama
yang menopang segala aktivitas, dan jangan sampai semua malah terbengkalai
karna kondisi tubuh yang lelah, apalagi jika hati mulai lelah untuk bersemangat
( ini gejala kegagalan )
LEBIH
MENGHARGAI SETIAP TETES KERINGAT DAN REJEKI
Untuk para
cewek yang hobinya shopping atau cowok yang hobinya nongki, PERCAYALAH seorang
pemuda(i) yang telah merasakan dunia kerja dan dunia perkuliahan atau bahkan
dunia lainnya, sudah pasti punya perhitungan tersendiri dalam hal mengeluarkan
setiap rupiah (kalau di indonesia) dan setiap usaha yang akan digunakan. Hal
ini bukan tanpa alasan, dikarenakan banyaknya pengalaman yang sudah ditelan,
entah pengalaman mencari upah maupun pengalaman membiayai perkuliahan sendiri,
akan mengajarkan betapa pentingnya menghargai setiap tetes keringat usaha dan
berusaha untuk menikmati setiap rejeki. Mungkin tak semua orang muda merasakan
bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja yang mencukupi segala keperluan
pribadinya sendiri, memberi sebagian upah untuk keluarga, atau sekedar belanja,
nongkrong dengan uang pribadi.
Sekaligus
merasakan menjadi mahasiwa(i) yang membiayai perkuliahan sendiri, mengerjakan
sederet tugas yang tiada akhir, mencari – cari dosen bak ingin bertemu artis,
mematuhi peraturan kampus yang ribet
atau sekedar besosialisai dilingkungan kampus.
Hal inilah
salah satu penyebab semakin matangnya pikiran untuk bernegosiasi dalam mengolah
setiap rupiah dan waktu,tenaga, pikiran, dan usaha untuk hal yang kurang
berarti.
Semua
dilahap habis, tak semua orang mampu
merasakan keduanya secara bersamaan
# Tips
Mungkin tak
semua orang akan mengerti, sekalipun mereka yang merasakan hal yang sama
seperti ini, PERCAYALAH banyak orang diluar sana yang bekerja dan kuliah namun
tak berhasil, ataupun tak menuai hasil maksimal. Bisa saja banyak orang yang
beranggapan bahwa kamu pelit, sombong, atau tak asik. Tapi janganlah tergoda
untuk tetap bijak dalam mengola segala pengeluaran, bukan hanya soal uang,
namun juga tenaga, dan pikiran.
SELALU ADA
YANG PERTAMA DALAM SETIAP HAL
Lumrahnya manusia,
selalu mengadakan posisi pertama dan seterusnya dalam setiap hal. Begitu pula
kuliah dan bekerja, keduanya penting namun kadang berkenyamuk dalam benak untuk
menempatkan salah satu dalam prioritas. Padahal keduanya bukanlah sesuatu yang
berbeda jauh, melainkan satu kesatuan yang menyambung => Kuliah Untuk Kerja, Kerja Untuk Kuliah.
# Tips
Kuliah
ataupun kerja, jadikanlah keduanya satu kesatuan yang selalu berhubungan, dan
tekadkanlah niat yang kuat sebelum memulai keduanya, karena ketika niat saat
bekerja adalah untuk kuliah, dan kuliah untuk bekerja maka keduanya akan sama
berharganya bagi kita.
Mungkin
masih banyak suka duka yang akan ataupun sedang dihadapi oleh sang pejuang
seperti ini, rasanya setengah mati namun tak ingin berhenti karena begitu
banyak usaha yang melelahkan sebagai motivasi untuk bangkit bersemangat lagi,
dan suatu beban yang diyakini akan berakhir nikmat ketika banyak orang lulus
menjadi sarjana masih sibuk mencari pekerjaan, ataupun para pekerja yang kalah
saing dengan para sarjana muda. Tapi itu tak berlaku bagi anda yang siap
menekuni keduanya.
kuliah sambil kuliah mungkin juga bukan impian kebanyakan orang, namun sebuah tuntutan yang entah berguna dimasa depan ataukah hanya sekedar menentaskan kewajiban selagi muda, Tapi untuk segala pengorbanan dan usaha YAKINLAH selalu ada hadiah indah dibaliknya :)


No comments:
Post a Comment