Aku hanya,
Seorang bayi yang
tertawa bahagia saat dilempar melambung ke udara oleh ayah
Yang begitu percaya
bahwa ayah akan menangkap dan menjagaku dari berbagai bahaya
# ini kepercayaan
Aku hanya,
Seorang yang selalu
memasang alaram pagi, yang berharap esok masih terbangun dan menikmati sinar
mentari, tanpa tau kapan ajal menanti
# ini Harapan
Aku hanya,
Seorang yang
membuka payung ditengah teriknya matahari, bukan takut terkena panas namun
yakin akan turunnya hujan
# ini Keyakinan
Hanya bayi yang
percaya pada ayahnya,
Hanya Berharap pada
Rabb nya,
Hanya Yakin
ditengah ketidakpastian,
Banyak orang hidup
tapi sebenarnya tidak, banyak orang tertawa hanya redupkan gundah, senyum pun
kadang arti dari kekecewaan.
Tapi kenapa masih
saja kita percaya pada mereka didunia?
Sedangkan bayangan
pun akan hilang saat cahaya redup dan menggelap?
Apalagi hanya
seseorang yang kau harap?..
bukannya tidak
percaya, hanya saja gantungkanlah segala asa dan harap pada ia sang maha kuasa,
luruskan niat pada jalan menuju ridhanya, dan berhenti menjelaskan apapun
tentang kesalah pahaman, sebab orang yang membenci tak akan mengerti, dan yang
menyukai tak perlu penjelasan itu.
Bisakah kita
bahagia? Saat ada segumpal darah yang tak rela? Mungkin bisa, tapi percayalah
bahwa itu hanya sesaat. Mungkin maaf menjadi solusi, tapi sudikah langit
menghapus dosa yang telah menyakiti? Sedang hujan menjadi saksi, sengaja
ataupun tidak kita telah menyakiti segumpal tanah yang memiliki ciri sama
seperti diri?
Maafkanlah segala
yang terlewati, dan meminta maaflah saat engkau menyakiti.
Yakin pada
ketidakpastian yang selalu kau minta di 1/3 malam, walau cerita berakhir
berbeda namun hadiah tuhan akan lebih indah pada saatnya.
Berharap pada
illahi akan sesuatu yang mustahil, karna tak ada lagi bahu sandaran dibumi
tempat meminta dan melepas letih.
No comments:
Post a Comment