Monday, August 29, 2016

Untuk Keluh dikala sibuk Kuliah Atau Kerja mu

RASANYA SETEGAH MATI, TAPI SEMANGAT TAK KUNJUNG BERHENTI !
BEBAN BERAT YANG DIYAKINI BERAKHIR NIKMAT.
                
Menjadi seorang pejuang penuntut ilmu sembari bekerja dilakoni dalam satu waktu,
Hal – hal yang pernah / bahkan sering dirasakan oleh mereka yang memiliki status Mahasiswa (i) sekaligus Karyawan (i).

Masa kini, bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang aneh dan terlihat wajar dikalangan masyarat, terlebih lagi banyak universitas dan beragam perguruan tinggi yang menfasilitasi para mahasiwanya untuk kuliah setelah bekerja, baik kelas sore, malam, maupun weekend. Hal ini diambil bukan tanpa alasan melainkan berbagai pertimbangan yang tentunya punya segudang resiko. Tak semua orang dengan gamblang mampu mengambil keputusan untuk melakoni lebih dari satu rutinitas setiap harinya seperti ini, ada yang menunggu untuk beberapa waktu bekerja lalu akhirnya kuliah, ada pula yang masuk kuliah sembari masih mencari pekerjaan, namun ada pula yang langsung melalap kedua rutinitas tersebut dalam waktu bersamaa.
Bagi siapapun yang telah ataupun sedang menjalaninya, pasti pernah atau mungkin sedang merasakan hal – hal ini :

KETIDAKNYAMANAAN
Waktu bekerja yang banyak menyita tenaga dan pikirian akan berkombinasi dengan waktu kuliah yang harus fokus dan konsentrasi guna menyerap berbagai materi yang disampaikan, dosen yang kurang indah dipandang, atasan yang menuntut pekerjaan, dan berbagai rintanga, godaan serta tekanan dari berbagai pihak terkadang dan bahkan akan sering menguji otak dan batin.
Kalau normalnya seorang mahasiswa(i) akan merasa resah saat kuis / ujian saja, maka bagi seorang pekerja sekaligus mahasiwa(i) akan merasa resah hampir disetiap harinya, pekerjaan yang punya deadline, tugas kuliah yang segera dikumpul, jadwal presentasi, interaksi klien / kolega dijam kuliah, dan banyak lagi. Hal inilah yang kadang menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan semangat, kadang orang – orang super ini hanya bisa berandai jika saja dapat liburan dan tidur seharian.
Ditambah lagi dengan keadaan yang cukup tiba – tiba rasanya seperti yang awalnya hanya merasakan bekerja / kuliah saja, ketika melakoni KULIAH DAN KERJA udah pasti akan menimbulkan galau gak ketulungan.

# Tips
Saat ketidaknyamanan mulai bersemayam dibenak, segeralah mencari kesegaran bercanda gurau, atau mengingat seseorang yang tercinta kadang menimbulkan ketenangan, tarik nafas dalam – dalam diudara segar dan selalu tersenyum merupakan langkah pertama membuang kepenatan.

PUNYA IMPIAN, JIKA SEHARI LEBIH DARI 24 JAM
Sangat sulit membagi waktu, merupakan masalah yang selalu melanda bak ombak ditepi pantai. Semakin banyak rutinitas maka akan semakin banyak waktu tersita, sederet jadwal yang ada sudah pasti akan membagi tiap – tiap detik waktu yang kau punya. Merelakan waktu istirahat, dan menggadaikan waktu senggang demi memenuhi segala kewajiban. Sudah pasti hal ini mencuri iri pada mereka yang lain, dimana saat tetamn – teman selepas kuliah bisa nongkrong, jalan, dan istirahat atau melakukan aktivitas lain, dan kita hanya bisa menghela napas perlahan sembari merilekskan tubuh sejenak. Bukan karna tak bisa ikut nongkrong bersama teman – teman, namun disana masih ada gunung tugas entah itu pekerjaan atau tugas kuliah yang mesti diselesaikan. Selain itu para pekerja lainnya dapat mengambil cuti liburan dan menghabiskan waktu membuang penat, tapi hal ini tak berlaku bagi pekerja yang sambil kuliah. Kadang atau bahkan sering berfikir andai waktu dalam sehari lebih dari 24 jam, pasti semua bisa kuselesaikan segera, dan istirahat secukupnya. Terlebih lagi jika tiba – tiba sampai rumah udah malem aja, hhmm.. rasanya udah mikir kalau beberapa jam lagi sudah pagi dan besok begini lagi L

# Tips 
Rasa iri sering membanjiri hati, tak perlu khawatir karna semua waktu yang digunakan adalah perjuangan yang berbuah manis, begitu banyak manfaat dan mengurangi hal – hal kurang baik yang mungkin dilakukan oleh mereka yang punya banyak waktu senggang diluar sana. Terus bersyukur atas segala nikmat karna setiap waktu yang dihabiskan untuk mencari ilmu dan nafkah adalah HAL MULIA.

KELELAHAN :(
Hal wajar yang terjadi pada setiap orang yang memiliki segudang aktivitas fisik dan otak, yang menjadi konflik pada hati. Yap, saat tubuh lelah dengan rutinitas dan harus dikerjar oleh waktu yang tergesah – gesah setiap jam pun seperti sudah terjadwal, tak ada senggang untuk sekedar menikmati indahnya alam ataupun berkeumpul dengan orang – orang tercinta. Focus bekerja, konsentrasi belajar  dan masih harus berjuang diantara perjalan sukup menguras tenaga, pikiran dan perasaan lelah didada.
Belum lagi soal tugas kuliah yang mesti digarap waktu liburan, atau mungkin waktu libur yang diguakan untuk lemburan.

# Tips
Tak ada obat yang pasti ampuh untuk mengatasi persoalan yang satu ini, namun yang pasti jangan gadaikan waktu istirahat dengan apapun yang membuatmu semakin lelah, jika lelah hanya dirasa tubuh itu tandanya hanya butuh istirahat, namun jika lelah hidup sudah muncul dalam benak, mesti waspada dan segaralah temui orang – orang kesayangan sebagai penawar bahagia, ingat kesehatan adalah hal utama yang menopang segala aktivitas, dan jangan sampai semua malah terbengkalai karna kondisi tubuh yang lelah, apalagi jika hati mulai lelah untuk bersemangat ( ini gejala kegagalan )

LEBIH MENGHARGAI SETIAP TETES KERINGAT DAN REJEKI
Untuk para cewek yang hobinya shopping atau cowok yang hobinya nongki, PERCAYALAH seorang pemuda(i) yang telah merasakan dunia kerja dan dunia perkuliahan atau bahkan dunia lainnya, sudah pasti punya perhitungan tersendiri dalam hal mengeluarkan setiap rupiah (kalau di indonesia) dan setiap usaha yang akan digunakan. Hal ini bukan tanpa alasan, dikarenakan banyaknya pengalaman yang sudah ditelan, entah pengalaman mencari upah maupun pengalaman membiayai perkuliahan sendiri, akan mengajarkan betapa pentingnya menghargai setiap tetes keringat usaha dan berusaha untuk menikmati setiap rejeki. Mungkin tak semua orang muda merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja yang mencukupi segala keperluan pribadinya sendiri, memberi sebagian upah untuk keluarga, atau sekedar belanja, nongkrong dengan uang pribadi.
Sekaligus merasakan menjadi mahasiwa(i) yang membiayai perkuliahan sendiri, mengerjakan sederet tugas yang tiada akhir, mencari – cari dosen bak ingin bertemu artis, mematuhi peraturan kampus yang ribet  atau sekedar besosialisai dilingkungan kampus.
Hal inilah salah satu penyebab semakin matangnya pikiran untuk bernegosiasi dalam mengolah setiap rupiah dan waktu,tenaga, pikiran, dan usaha untuk hal yang kurang berarti.
Semua dilahap habis, tak semua orang mampu  merasakan keduanya secara bersamaan


# Tips
Mungkin tak semua orang akan mengerti, sekalipun mereka yang merasakan hal yang sama seperti ini, PERCAYALAH banyak orang diluar sana yang bekerja dan kuliah namun tak berhasil, ataupun tak menuai hasil maksimal. Bisa saja banyak orang yang beranggapan bahwa kamu pelit, sombong, atau tak asik. Tapi janganlah tergoda untuk tetap bijak dalam mengola segala pengeluaran, bukan hanya soal uang, namun juga tenaga, dan pikiran.

SELALU ADA YANG PERTAMA DALAM SETIAP HAL
Lumrahnya manusia, selalu mengadakan posisi pertama dan seterusnya dalam setiap hal. Begitu pula kuliah dan bekerja, keduanya penting namun kadang berkenyamuk dalam benak untuk menempatkan salah satu dalam prioritas. Padahal keduanya bukanlah sesuatu yang berbeda jauh, melainkan satu kesatuan yang menyambung  => Kuliah Untuk Kerja, Kerja Untuk Kuliah.

# Tips
Kuliah ataupun kerja, jadikanlah keduanya satu kesatuan yang selalu berhubungan, dan tekadkanlah niat yang kuat sebelum memulai keduanya, karena ketika niat saat bekerja adalah untuk kuliah, dan kuliah untuk bekerja maka keduanya akan sama berharganya bagi kita.


Mungkin masih banyak suka duka yang akan ataupun sedang dihadapi oleh sang pejuang seperti ini, rasanya setengah mati namun tak ingin berhenti karena begitu banyak usaha yang melelahkan sebagai motivasi untuk bangkit bersemangat lagi, dan suatu beban yang diyakini akan berakhir nikmat ketika banyak orang lulus menjadi sarjana masih sibuk mencari pekerjaan, ataupun para pekerja yang kalah saing dengan para sarjana muda. Tapi itu tak berlaku bagi anda yang siap menekuni keduanya.
kuliah sambil kuliah mungkin juga bukan impian kebanyakan orang, namun sebuah tuntutan yang entah berguna dimasa depan ataukah hanya sekedar menentaskan kewajiban selagi muda, Tapi untuk segala pengorbanan dan usaha YAKINLAH selalu ada hadiah indah dibaliknya :)
  

Tuesday, August 23, 2016

Hanya ini tulisannya

Aku hanya,
Seorang bayi yang tertawa bahagia saat dilempar melambung ke udara oleh ayah
Yang begitu percaya bahwa ayah akan menangkap dan menjagaku dari berbagai bahaya

# ini kepercayaan

Aku hanya,
Seorang yang selalu memasang alaram pagi, yang berharap esok masih terbangun dan menikmati sinar mentari, tanpa tau kapan ajal menanti

# ini Harapan

Aku hanya,
Seorang yang membuka payung ditengah teriknya matahari, bukan takut terkena panas namun yakin akan turunnya hujan

# ini Keyakinan

Hanya bayi yang percaya pada ayahnya,
Hanya Berharap pada Rabb nya,
Hanya Yakin ditengah ketidakpastian,

Banyak orang hidup tapi sebenarnya tidak, banyak orang tertawa hanya redupkan gundah, senyum pun kadang arti dari kekecewaan.

Tapi kenapa masih saja kita percaya pada mereka didunia?

Sedangkan bayangan pun akan hilang saat cahaya redup dan menggelap?

Apalagi hanya seseorang yang kau harap?..

bukannya tidak percaya, hanya saja gantungkanlah segala asa dan harap pada ia sang maha kuasa, luruskan niat pada jalan menuju ridhanya, dan berhenti menjelaskan apapun tentang kesalah pahaman, sebab orang yang membenci tak akan mengerti, dan yang menyukai tak perlu penjelasan itu.

Bisakah kita bahagia? Saat ada segumpal darah yang tak rela? Mungkin bisa, tapi percayalah bahwa itu hanya sesaat. Mungkin maaf menjadi solusi, tapi sudikah langit menghapus dosa yang telah menyakiti? Sedang hujan menjadi saksi, sengaja ataupun tidak kita telah menyakiti segumpal tanah yang memiliki ciri sama seperti diri?

Maafkanlah segala yang terlewati, dan meminta maaflah saat engkau menyakiti.

Yakin pada ketidakpastian yang selalu kau minta di 1/3 malam, walau cerita berakhir berbeda namun hadiah tuhan akan lebih indah pada saatnya.

Berharap pada illahi akan sesuatu yang mustahil, karna tak ada lagi bahu sandaran dibumi tempat meminta dan melepas letih.


Friday, August 12, 2016

Surat Biru

Kutulis sebuah surat
Bersampul biru dikertas lipat,
Tertanda untuk dikau yang berdiri dihadap ku kelak
Aku wanita akhir zaman,
Yang belum bisa istiqomah
Butuh banyak nasihat dan tuntunan
Dan jauh dari kata sholeha,
Banyak dosa yang tertanggung waliku
Yang mungkin akan berganti limpah padamu
Terbata sering mengucap syukur,
Namun aku tak pernah lupa tersenyum
Jangankan idaman, mungkin pantas pun tidak
Berhias pun jarang, hijab pun kadang tak benar
Tapi aku sudah merasa jatuh terluka luka
Bantumu tak sampai pun aku tak mengapa
Namun sesekali aku minta,
Bahumu, sebagai sandaran didalam lelah
Tak lama kuminta, hanya sesaat
Sampai peluhku hilang sementara,
Lalu kurelakan dikau pergi lagi
Sampai waktu nanti, kau ingat surat ini
Sebagai saksi perjalanan mengukir
Sebuah cerita illahi

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...