Sebagian perindu memilih diam,
Diam - diam merindu, diam - diam menggebu
Sebab ketika yang dirindukan tidak merasa hal yang sama
Kelak rindu hanya akan menjadi runyam
Kadang aku terus berpikir memutar
Kedepan lalu kembali lagi kebelakang,
Tentang bagaimana caranya agar bisa melupa
Tanpa harus membuang semua isi kepala

Taukah kau lelaki yang selalu merindukanmu?
ReplyDeleteKau tak selalu melihatnya, karena ia hanya keluar di gelapnya malam sembari berusaha mengumpulkan remah-remah bulan untukmu
Hanya di benak ia bersajak
Suatu saat kau tak bisa mengelak, bahwa akulah yang kau harap
Memang siapa kau menuntut rindu harus dibalas duhai gadis kecil?
ReplyDeleteAdalah aku yang menggantungkan harapanmu di jari manismu,
Adalah aku yang rela menukar butir-butir emas dengan air mata doa..
Dimana ku rapal doa agar air mataku digantikan anyaman tanganmu di pundakku kelak