Thursday, December 28, 2017
Desember
Ada yang ku sukai dari bau Desember,
Selain aku terlahir kembali, dengan kurangnya jatah hidup dibumi
Aku juga sering mengingat kembali setiap aroma desember yang selalu mewangi
Ada kepergian yang tak kembali,
Ada penantian yang tak berhenti.
Bukan, bukannya aku menanti yang telah pergi tadi, aku hanya menanti aroma khas desember lagi
yang selalu berhasil membuatku tak bisa berhenti mengingat setahun lamanya lagi.
Kemarin, desemberku basah dengan derasnya rindu yang membanjiri lalu diterpa banjir kecewa.
Kali ini, desemberku basah dengan segundah resah digerimisin harap yang kubendung agar tak jebol membanjiri mata.
Lalu bagaimana desember mendatang?
ku harap akan lebih indah dengan dingin yang khas bersanding pelukan hangat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
-
Kamu, Adalah kaca jendela, Sedang aku, hanya embun pagi yang kau lenyapkan Sebab aku hanyalah penyebab dikaburnya pandangan Aku meleka...
-
Berhentilah mendekat, jika masa depan belum juga terlihat Sebelum luka melekat, pada tiap - tiap harap belaka Melepaskan adalah jalan terc...

No comments:
Post a Comment