Friday, July 14, 2017

Rindu

Hei kamu!
Iyah, kamu
Aku ingin bertanya tentang kisahmu bergelut dengan waktu,
Saat itu kau selalu mengeluh tentang temu,
Padahal perpisahan tak selalu buruk,
Karna jarak dan waktu mengajarkan kita untuk tau apa itu Rindu.

PERGI!

Salah satu cara untuk ikhlas tentang sebuah "kehilangan" adalah berpikir dari sisi yang meninggalkan.
Karna mungkin hati pernah tersakiti namun itu tak akan sepedih saat yang disakiti berkata : Silahkan Pergi.

Thursday, July 13, 2017

Ada tak disyukuri, pergi lalu dicari

Maaf dariku secangkir kopi penuh kafein yang sempat mengacuhkan mu pemanis hariku.
Kini aku meneguk pahit penyesalanku.

Aku Tak Tau

Aku tak tau menau soal hati kita masing - masing, yang saling terasing satu sama lain.
Karna jarak, waktu, dan temu yang mungkin berdurasi.
Ada ragu, pilu, dan rindu yang membaur mengobrak abrik lautan kalbu.
Tapi aku percaya tentang saat yang nanti mengubah kata segalanya menjadi biasa saja oleh waktu.

Dalam Doa

Dalam doa kita tidak diperkenankan untuk memaksa, tidak pula berputus asa.
Dalam doa kita mungkin bersenyap tanpa suara tak ada sangka.
Dalam doa aku hanya memelas meminta pada yang kuasa agar kelak dipertemukan.
Bukan namamu yang ku eluh - eluhkan.
Melainkan segaris harap untuk mungkin bersama.

Hujan

Hujan
Sudah berkali - kali kuperingatkan!
Jangan datang tiba - tiba saat aku tak bersiap.
Jangan pula datang secara serentak tanpa isyarat.
Kau terlalu egois untuk menyerangku ditengah langit mendung,
Kau pikir mudah untuk menahan setiap tetes kenangan darimu?
Apalagi jika itu mampu mengguyurku dalam sekejap waktu.

Tuesday, July 11, 2017

Jatuh membuatmu lebih utuh

Dari jatuh aku belajar sabar,
Dari jatuh aku tau sabar yang tak terbatas,
Dari jatuh aku menghela napas,
Berdiri setelah terhempas, membuatku
Sabar tak berparas.
Hati yang sedang dirunuhkan agar belajar cara bersyukur tanpa bersua.
Jatuh bukan membunuh hanya saja membuatmu menjadi lebih utuh.

Jauh kaki melangkah tanpa bersama

Bolehkah kita kembali berbalik badan membelakangi arahan mata yang membayang - bayang?
Agar kita sama - sama terasingkan.
Karna sangkaku ternyata salah, terlalu mengenalmu membuatku tercambuk rasa haru.
Aku tak tau apakah salah jika waktu itu kita bertemu?
Aku tak tau apakah takdir hanya mengajarkan sesuatu tanpa ada garis menyatu.
Ini rahasia bahkan lebih rahasia dari rasa istimewa waktu itu.

2 saja cukup

Kamu dulu secangkir teh favoritku, tapi aku sekarang seorang penikmat kopi.

Bukannya tak senang dengan tehmu, tapi aku lebih menikmati seduhan kopiku.

Tuesday, July 4, 2017

Sudah ya

Ada saja hal pelik yang mempersulit perpisahan.
Yaitu lelaki  yang tak mampu mengakhiri, dan perempuan yang tak mampu meningalkan.
Ada saja alasan untuk tidak melupa, meski ikatan sudah tak lagi ada.

Sunday, July 2, 2017

Kau pikir mudah?

Kamu pikir ini mudah bagiku?
Menghapus segala hal yang telah memenuhi ingatanku.
Bukankah kau sudah tau, bahwa aku seorang penyuka akuntansi yang sering mengungkit masa lalu?
Sulit bagiku memaparkan bagaimana siklus yang memutar dikepala hingga namamu terngiang - ngiang selalu.
Kau kira ini mudah?
Terlebih lagi pada hati seorang wanita, yang tulus lalu patah.

Pinta ku

Aku pinta padamu
Dan aku mohon kau harus tau
Bahwa,
Kau harus bahagia meski tidak denganku
Kau harus pergi jika memang hati tidak terpatri namaku
Kau harus berlari menapaki lanjutan kisahmu sendiri.
Dan kau tau, bahwa aku sungguh membenci kalimat ini :')

Tanah

Memang harus ada sesuatu yang ku biarkan begini.
Ku rawat sendiri, ku biarkan tumbuh atau mati.
Semua ku tanam, dalam diam agar menjadi rahasia.
Beginilah caraku, yang mengagumi dalam diam seperti tanah yang memuja pohon hingga besar, tak peduli akan seperti apa hingga daunmu gugur berserakan.
Ini ketulusan.

Bersabarlah wahai hati yang menunggu

Bersabarlah kamu,
Barang siapa yang rela menunggu
Percayalah tak ada hati yang tertutup rapat tanpa pintu.
Hanya saja sang pemilik mungkin ragu, karna kenangan masa lalu masih berserakan didalam kalbu.
Tenang, selalu ada waktu bagi siapapun yang ingin bertamu menunggu pemilik menyapu bersih didalam relung.
Ketuklah perlahan, sambil membantu membereskan sisa - sisa cerita yang telah usang berdebu.
Sambil itu persiapkan diri menempuh waktu sembari berbekal ilmu,
Karna pemilik hati pun sedang bersiap membuka lembaran baru.

Teman cerita

Kau adalah
Sosok yang pertama kucari
Saat aku bahagia dan bersedih
Menumpahkan ekspresi
Menjabarkan bait - bait cerita penuh emosi.
Jika kini ego dan waktu sulit dipahami
Aku hanya bisa menulis.
Andai, kau punya waktu sia - sia
Kemarilah, ada rindu yang meluap - luap
Ada coretan kisah - kisah yang siap menyimburmu dengan hangat.

Jika sepi melanda

Tak perlu bersedih, jika sepi melanda hati
Percayalah, bahwa kita punya sepi masing - masing.
Jangan iri apalagi benci pada mereka yang terlihat bahagia.
Bisa jadi sepi dirayakan dengan meriah, namun tetap saja hatinya ada ruang manderita.
Sudahlah, tak usah gundah
Jika kampung halaman jauh dimata
Karna bisa saja mereka yang hidup bersama keluarga tak sebahagia harapan.
Hidup ini terlalu keras bila hanya diangan - angankan.
Tersenyumlah, karna bibir tak mengenal apa yang disembunyikan rasa.

Ujub

Lebih baik seorang penjahat yang bertaubat dengan sungguh - sungguh.
Ketimbang seorang alim yang beribadah dengan penuh ujub.
Hidup tak sebercanda itu,
Bahkan sujud yang tersendu - sendu tak mampu antarmu jauh dari azab kubur
Pun doa mu yang belum tentu terkabul.
Bukannya Tuhan tak tau, hanya saja pandangan kabur ketika melihat debu didepan pintu,
Sedang kuman kulitmu tak satupun tertengok oleh matamu.

Aku tidak kehilanganmu.

Aku tidak kehilanganmu.
Hanya saja membiarkanmu berjalan maju menjauh dariku.
Bukan aku tak mampu berkata " Jangan " padamu,
Tapi aku ingin melihat sejauh mana langkah kakimu.
Mungkin disebrang sana ada sosok yang lebih baik dariku,
Dan diakhir jumpa ini, kututup pesan terakhirmu beserta kancing baju paling atasku,
Agar tak terlihat nama yang terukir didadaku.

Dulu

Dulu, sekitar jam segini kita masih asik bercerita tentang kegiatan masing - masing.
Ada kembang api yang meriah mewarnai hitamnya langit.
Tapi mengapa kini hanya tersisa ledakannya saja?
Aku terkadang heran tentang waktu yang terasa lucu, saat aku ingat - ingat masa itu.

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...