Senja , merah merona seperti pipinya
Waktu yang paling kunanti untuk istirahat
sejenak dari lelah, sementara beberapa saat menunggu kumandang nan syahdu
bersuara
Senja, sayup hening terang menggelap
Saat yang kadang mengiris hati entah
mengapa mengungkap kenangan
Senja, yah senja
Kala itu senja indahku, agak menggelap
merahku jadi menghitam
Mengapa, awan mendung tutupi pandangan
Aku tak rela, hujan basahi kepala
Aku benci saat hujan disenja
Mengapa, hujan hapus indahnya?
Mengapa hujan tega hentikan pandangku
tatapnya?
Tidak, sahutnya
Hujan tidaklah bersalah,
Hanya senja yang hanyutkan rasa hingga lupa
kenangan
Sampai tak rela melepasnya,
Namun hujan, hujan turun dari bulir air
lalu yang terkumpul penuh menjadi awan
Tak dapat dihentikan, saat hujan itu runtuh
tak kuasa menahan beban
Tak dapat disalahkan ketika senja merona
menjadi hitam karna hujan
Biarlah, relakan senjamu sejenak menghilang
menjadi hujan
Karna senja akan datang kembali keseokan
harinya
Namun hujan, ingatkanmu akan ikhlas
Melepas sesaat kering keronta ditengah
senja
 |
| senja pergi sejenak karna hujan, namun ia selalu hadir keesokan hari saat hujan pergi |