Terima kasih pada waktu,
Yang telah senantiasa membuka mata dan menjawab seribu tanya dikalbu
Terima kasih pada jarak,
Yang telah menjajak sesak didada hingga rindu terisak saat berjumpa
Terima kasih pada cerita,
Yang setiap waktu mengubah jarak menjadi ingatan yang begitu berharga
Dan untukmu, terima kasih yang teramat dalam,
Yang mengajariku tentang banyak hal
Tentang rupa yang tak selalu menawan
Tentang sabar dalam penantian
Tentang diam yang tak ingin memaksa
Tentang ketulusan yang tak harap dibalas
Tentang semua hal yang ajariku caranya membuat perjalanan semakin bermakna
Bolehlah kukatakan tentang sebuah kejujuran...
Sekian lamanya aku menutup muka, sekian lamanya aku membungkam lisan
Bukan karna aku sengaja, itulah caraku untuk menanti jawaban.
Sengaja kulepas walau aku ingin mengerat
Sengaja tak bicara karna ingin mendengar
Sengaja kubiarkan segala berjalan tentang kehendaknya
Bukan, bukan karna aku tak ingin...
Melainkan aku tau bahwa aku harus hati - hati
Pada setiap misteri yang mungkin membuatku tak berdaya lagi.
Sunday, September 18, 2016
Terima Kasih :)
Subscribe to:
Comments (Atom)
Dipintu itu...
Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...
-
Ada seseorang yang menyembunyikan lukanya dengan diam, Tersenyum dengan hati yang begitu keram, Darahnya mendidih, meremas urat nadi me...
-
Kamu, Adalah kaca jendela, Sedang aku, hanya embun pagi yang kau lenyapkan Sebab aku hanyalah penyebab dikaburnya pandangan Aku meleka...
-
Berhentilah mendekat, jika masa depan belum juga terlihat Sebelum luka melekat, pada tiap - tiap harap belaka Melepaskan adalah jalan terc...