Friday, August 24, 2018

Dipintu itu...


Adalah ketika pintu tertutup rapat,
Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang,
Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tengah sibuk berbenah,
Rapikan ruang demi membuat nyaman orang baru, setelah semua dirusak masalalu.

Aku air yang mengikuti arah


Bahkan air yang berbelok pun terjadi karna sebab,
Mengalir pada wadahnya, mengikuti rupa dan aroma yang dilaluinya
Dingin segar, beku mengeras, hingga panas mendidih mengubah suhunya,

Lantas kini kau masih bertanya?

Mungkin aku yang bersalah, atau kau yang tak tau bawaku berarah? 

Pesan


Aku membawa keberanian untuk menulis pesan terlebih dahulu, 
Meski sang waktu nanti akan berkata padaku,
Bahwa aku hanyalah sebuah angin lalu...

Aku tak mengapa,
Sebab ku pikir, mungkin kau belum tau
Indahnya jatuh hati padamu...

Thursday, June 7, 2018

Kepada Para Jomblo Yang Rentan Rindu





Kepada para jomblo yang rentan rindu :


Segenap keluarga besar hujan mengucapkan selamat atas malam minggu,
Yang sering dibanjiri oleh doa agar langit memendung kelabu, Aku turun kebumi untuk membasahi segenap jalan raya yang sering dihuni oleh mereka para mahluk pencabik kalbu…
Ada yang saling beradu sendu, ada pula yang bergelut rindu
Tangan – tangan lentik menggenggam, bahu – bahu bertompang sandar cumbu Aku tau betul perasaanmu…
Wahai para penikmat hati, yang hingga kini tak kunjung bosan sendiri

Aku hujan, yang turun untuk menemani
Indahnya waktumu bergelut mimpi
Mimpi kapan sang mantan kembali
Atau mimpi akan bertemu pengganti,

Aku hujan, jika kau tak suka
Aku sarankan untuk kau pergi
Agar hatimu tak tersayat, oleh rindu
Yang Menggebu...

Aku hujan, yang tiap – tiap butirnya
Selalu menyimpan berkah untuk terkabulnya doa
Maka segeralah, minta saat ku datang
Agar ia, disegerakan pulang padamu sayang…

Monday, June 4, 2018

Sayang Sendiri

Apa aku gula bagimu?
Yang kau campur pada senja dengan kopi hangatmu,
Lalu kau nikmati saat kau dan dirinya sedang berbagi Hati?
Lantas pada siapa aku akan berbagi?
Sayangku Sendiri...


Friday, December 29, 2017

Patah apa Fatah?



Patah atau fatah?
Keduanya kurasa sama saja,
Menggores garisan hingga terbelah
Mengajari tentang arti merela
Rela untuk mengalah
Rela untuk melepas
Rela untuk menghempas
Walau aku bisa berteriak membalik awan
Dengan ricuh – ricuh gemuruh,
Suaraku bising diterpa rintik hujan membasahi pipi
tabah menjadi definisi dari jatuhnya lirih
pilu digulung waktu,
hatiku yang saat itu hancur karna patah atau fatah, aku tak tau
lalu kini menjadi debu,
disimpun hujan sepanjang waktu kemudian bersih seperti langit biru
mungkin tak kembali seperti dulu,
tapi berubah menjadi baru, dengan sedikit retakan berbalut rindu.

 

Dipintu itu...

Adalah ketika pintu tertutup rapat, Bukan lagi soal kekosongan atau hampa diruang, Tapi lebih dari itu ada seseorang didalam yang tenga...